6. it’s showtime for snorkeling (..perfect ending…)
Training cara bersnorkeling kilat
selesai, dari teori sampai prakteknya. Kami diminta kembali naik ke kapal sebab
akan bersnorkeling sesungguhnya di tempat yang telah ditentukan, yaitu agak ke
tengah dari bibir pantai. Tidak sampai setengah jam kami pun sampai di spot
yang telah ditentukan tersebut. Di lokasi agak ke tengah laut Pulau Sebuku,
tapi dengan kedalaman yang tidak terlalu dalam, mungkin sekitar 3-5 meter kedalamannya.
Sudah tidak sabar aku langsung terjun dari kapal ke dalam air. Bersamaan dengan
aku melompat teman-teman yang lain pun ikut meloncat dan memulai petualangan
bersnorkeling, menikmati pemandangan cantik bawah laut.
| saat bersnorkeling di tengah laut P. Sebuku |
“ohhh…snorkeling…!” aku kegirangan,
sungguh suatu pengalaman pertama yang luar biasa, yang tak pernah kubayangkan
sebelumnya, yang bila aku lihat liputannya di televisi begitu sangat
mengintimidasi imajinasiku untuk bisa seperti itu, kini menjadi kenyataan. Aku berenang
kesana kemari…saking asyiknya aku menikmati pengalaman pertamaku. Tak memperhatikan
yang lainnya aku terus berenang, sesekali menenggelamkan kepalaku ke bawah
untuk melihat dan menikmati keindahan yang terpampang nyata disana. Pelampung yang
aku pakai membantuku memudahkan aku mengambang di permukaan air, tapi sayangnya
aku jadi tak bisa menyelam ke dasar laut, sebab pelampung yang kupakai itu membuatku
tetap mengambang di permukaan air. Sekali, dua kali, saat aku tenggelamkan
kepalaku ke dalam air sesudahnya pasti ada air yang masuk ke dalam mulutku. “puihhh…asiinn..banget..!”
aku menggerutu sambil membuka kacamataku dan membuang air laut yang masuk
kedalam mulutku."Maklum..pemula” kataku menghibur
diri.
Masih penasaran dengan indahnya
pemandangan bawah laut, akhirnya aku coba untuk menyelam ke dasar laut agar
lebih dekat memandang dan lebih dekat berada dengan mahluk-mahluk cantik, serta
biota laut yang indah itu. Kubuka pelampungku, agar aku bisa menyelam ke dasar
lebih dalam lagi. Berbekal kemampuanku berenang yang aku dapat saat kecil
bermain dan belajar berenang di sungai belakang rumah, aku beranikan berenang
dan menyelam saat ini dipengalaman pertamaku berenang di tengah laut ”..sensasional..!”
Ikan-ikan kecil dengan warna-warni mencolok yang cantik, ikan dengan warna
biru, kuning, orange belang putih, sayangnya aku tidak tahu persis nama ikan-ikan
itu.
Ikan-ikan itu berenang, ada yang berputar,
berkeliling, naik-turun, dan ada yang beberapa mendekatiku, lucu-lucu dan
cantik sekali. Rasanya ingin kutangkap ikan-ikan itu, kubawa pulang untuk
kusimpan dalam akuraium, tapi sepertinya mereka lebih bahagia disini. Selain ikan-ikan
yang cantik-cantik itu yang tak kalah
menarik perhatianku adalah terumbu-terumbu karang yang masih hidup, "ternyata
terumbu karang itu seperti ini.."aku bergumam dalam hati, seperti tumbuhan yang hidup di dasar laut,
mereka bergoyang meliuk-meliuk saat tubuhnya diterjang arus bawah laut, seksi
seperti penari ular yang bergoyang. Kini aku menyaksikannya sendiri langsung
dengan mata kepalaku sendiri, tidak melalui layar kaca televisi, sekali lagi
ini pengalaman luar biasa pertama yang aku alami. Sayang seribu sayang tak ada
kamera untuk aku ambil gambar sebagai kenang-kenanganku, sebab kameraku tak
bisa digunakan di dalam air. Sayang juga, sebab tidak menggunakan tabung oksigen jadi tidak bisa lama aku di dalam air. Aku hanya mengandalkan berapa lama aku kuat menahan nafas saat itu. Alhasil hanya 2 sampai 3 menit aku bertahan di dalam air, aku kembali naik ke atas permukaan air, sebab aku sudah mulai kehabisan nafas."Phuftt....!!" aku hembuskan nafasku keras-keras sesaat aku sampai di permukaan dan kembali bernafas normal. Aku kembali berenang di atas
permukaan bergabung bersama teman-teman yang lain. Jurjani, Efri, Lia falsista,
ira, Ahmad Rosyad berenang bersamaku. Kami tertawa, gembira berenang, bersnorkeling
bersama-sama, sementara yang tidak ikut berenang dan bersnorkeling aku minta
untuk memotret kami sebagai kenang-kenangan biar tetap exist.."woi..foto dong..!" teriakku dari permukaan laut kepada seorang teman yang berada di atas kapal.
| Efri saat bersnorkeling |
| Ira "snorkeling time" |
| aku dan Jurjani |
| Lia falsista |
| Ahmad Rosyad |
Saat menyelam dan menikmati
pemandangan cantik di dalam air tadi, ada jenis ikan kecil yang warna tubuhnya
cantik, orange berbelang putih sangat menarik perhatianku. Ikan ini sudah
familiar buatku sebab sudah aku sering liat di film animasi yang terkenal itu “Finding Nemo” atau clown
fish, ikan ini membuat aku semakin menikmati petualanganku di dalam air
tadi. Ikan yang bila dalam cerita film animasi ini diceritakan menjadi hidup seperti
manusia, memiliki keluarga tapi karena suatu peristiwa anaknya terpisah dengan
keluarganya dan mengalami banyak peristiwa lainnya menjadi sebuah petualangan bagi si
anak ikan ini untuk bisa kembali berkumpul bersama keluarganya lagi. Sungguh sebuah
cerita imajinasi yang menggugah perasaanku menonton film itu, itulah yang
membuatku begitu memperhatikan clown fish
ini. “Nemo aku penggemarmu..akhirnya aku bisa bertemu denganmu..!!” sayangnya
aku tak bisa memotretnya.
Hampir dua jam lamanya kami bersnorkeling ria, hingga tidak terasa waktunya berakhir juga, sebab ada tujuan selanjutnya yang harus segera kita lakukan yaitu berburu momen sunset di Pulau Umang-umang. Kami yang sebenarnya belum puas bersnorkeling ria itu terpaksa harus mengakhirinya dan kembali naik ke kapal untuk segera bergegas menuju Pulau Umang-umang...Dan berakhirlah ceritaku bersnorkeling (this is a perfect
ending)
***
Itulah sedikit cerita perjalananku bersama teman-teman dalam acara Krakatau Writing Camp yang aku akhiri dibagian snorkeling di Pulau Sebuku. Semoga catatan cerita perjalanan ini bisa menginspirasi dan bermanfaat bagi yang membaca..bila ada kekurangan atau salah-salah pemilihan kata atau data mohon dimaklumi..terima kasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar