Rabu, 11 September 2013

Krakatau Writing Camp "the end of the journey"



6. it’s showtime for snorkeling (..perfect ending…) 

Training cara bersnorkeling kilat selesai, dari teori sampai prakteknya. Kami diminta kembali naik ke kapal sebab akan bersnorkeling sesungguhnya di tempat yang telah ditentukan, yaitu agak ke tengah dari bibir pantai. Tidak sampai setengah jam kami pun sampai di spot yang telah ditentukan tersebut. Di lokasi agak ke tengah laut Pulau Sebuku, tapi dengan kedalaman yang tidak terlalu dalam, mungkin sekitar 3-5 meter kedalamannya. Sudah tidak sabar aku langsung terjun dari kapal ke dalam air. Bersamaan dengan aku melompat teman-teman yang lain pun ikut meloncat dan memulai petualangan bersnorkeling, menikmati pemandangan cantik bawah laut.

saat bersnorkeling di tengah laut P. Sebuku
“ohhh…snorkeling…!” aku kegirangan, sungguh suatu pengalaman pertama yang luar biasa, yang tak pernah kubayangkan sebelumnya, yang bila aku lihat liputannya di televisi begitu sangat mengintimidasi imajinasiku untuk bisa seperti itu, kini menjadi kenyataan. Aku berenang kesana kemari…saking asyiknya aku menikmati pengalaman pertamaku. Tak memperhatikan yang lainnya aku terus berenang, sesekali menenggelamkan kepalaku ke bawah untuk melihat dan menikmati keindahan yang terpampang nyata disana. Pelampung yang aku pakai membantuku memudahkan aku mengambang di permukaan air, tapi sayangnya aku jadi tak bisa menyelam ke dasar laut, sebab pelampung yang kupakai itu membuatku tetap mengambang di permukaan air. Sekali, dua kali, saat aku tenggelamkan kepalaku ke dalam air sesudahnya pasti ada air yang masuk ke dalam mulutku. “puihhh…asiinn..banget..!” aku menggerutu sambil membuka kacamataku dan membuang air laut yang masuk kedalam mulutku."Maklum..pemula” kataku menghibur diri.

Masih penasaran dengan indahnya pemandangan bawah laut, akhirnya aku coba untuk menyelam ke dasar laut agar lebih dekat memandang dan lebih dekat berada dengan mahluk-mahluk cantik, serta biota laut yang indah itu. Kubuka pelampungku, agar aku bisa menyelam ke dasar lebih dalam lagi. Berbekal kemampuanku berenang yang aku dapat saat kecil bermain dan belajar berenang di sungai belakang rumah, aku beranikan berenang dan menyelam saat ini dipengalaman pertamaku berenang di tengah laut ”..sensasional..!” Ikan-ikan kecil dengan warna-warni mencolok yang cantik, ikan dengan warna biru, kuning, orange belang putih, sayangnya aku tidak tahu persis nama ikan-ikan itu. 

Ikan-ikan itu berenang, ada yang berputar, berkeliling, naik-turun, dan ada yang beberapa mendekatiku, lucu-lucu dan cantik sekali. Rasanya ingin kutangkap ikan-ikan itu, kubawa pulang untuk kusimpan dalam akuraium, tapi sepertinya mereka lebih bahagia disini. Selain ikan-ikan yang cantik-cantik itu yang  tak kalah menarik perhatianku adalah terumbu-terumbu karang yang masih hidup, "ternyata terumbu karang itu seperti ini.."aku bergumam dalam hati, seperti tumbuhan yang hidup di dasar laut, mereka bergoyang meliuk-meliuk saat tubuhnya diterjang arus bawah laut, seksi seperti penari ular yang bergoyang. Kini aku menyaksikannya sendiri langsung dengan mata kepalaku sendiri, tidak melalui layar kaca televisi, sekali lagi ini pengalaman luar biasa pertama yang aku alami. Sayang seribu sayang tak ada kamera untuk aku ambil gambar sebagai kenang-kenanganku, sebab kameraku tak bisa digunakan di dalam air. Sayang juga, sebab tidak menggunakan tabung oksigen jadi  tidak bisa lama aku di dalam air. Aku hanya mengandalkan berapa lama aku kuat menahan nafas saat itu. Alhasil hanya 2 sampai 3 menit aku bertahan di dalam air, aku kembali naik ke atas permukaan air, sebab aku sudah mulai kehabisan nafas."Phuftt....!!" aku hembuskan nafasku keras-keras sesaat aku sampai di permukaan dan kembali bernafas normal. Aku kembali berenang di atas permukaan bergabung bersama teman-teman yang lain. Jurjani, Efri, Lia falsista, ira, Ahmad Rosyad berenang bersamaku. Kami tertawa, gembira berenang, bersnorkeling bersama-sama, sementara yang tidak ikut berenang dan bersnorkeling aku minta untuk memotret kami sebagai kenang-kenangan biar tetap exist.."woi..foto dong..!" teriakku dari permukaan laut kepada seorang teman yang berada di atas kapal.

Efri saat bersnorkeling

Ira "snorkeling time"

aku dan Jurjani

Lia falsista

Ahmad Rosyad



Saat menyelam dan menikmati pemandangan cantik di dalam  air tadi,  ada jenis ikan kecil yang warna tubuhnya cantik, orange berbelang putih sangat menarik perhatianku. Ikan ini sudah familiar buatku sebab sudah aku sering liat di film animasi yang terkenal itu “Finding Nemo”  atau clown fish, ikan ini membuat aku semakin menikmati petualanganku di dalam air tadi. Ikan yang bila dalam cerita film animasi ini diceritakan menjadi hidup seperti manusia, memiliki keluarga tapi karena suatu peristiwa anaknya terpisah dengan keluarganya dan mengalami banyak peristiwa lainnya menjadi sebuah petualangan bagi si anak ikan ini untuk bisa kembali berkumpul bersama keluarganya lagi. Sungguh sebuah cerita imajinasi yang menggugah perasaanku menonton film itu, itulah yang membuatku begitu memperhatikan clown fish ini. “Nemo aku penggemarmu..akhirnya aku bisa bertemu denganmu..!!” sayangnya aku tak bisa memotretnya.  

Hampir dua jam lamanya kami bersnorkeling ria, hingga tidak terasa waktunya berakhir juga, sebab ada tujuan selanjutnya yang harus segera kita lakukan yaitu berburu momen sunset di Pulau Umang-umang. Kami yang sebenarnya belum puas bersnorkeling ria itu terpaksa harus mengakhirinya dan kembali naik ke kapal untuk segera bergegas menuju Pulau Umang-umang...Dan berakhirlah ceritaku bersnorkeling  (this is a perfect ending)

***

Itulah sedikit cerita perjalananku bersama teman-teman dalam acara Krakatau Writing Camp yang aku akhiri dibagian snorkeling di Pulau  Sebuku. Semoga catatan cerita perjalanan ini bisa menginspirasi dan bermanfaat bagi yang membaca..bila ada kekurangan atau salah-salah pemilihan kata atau data mohon dimaklumi..terima kasih.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar